Postingan

Sebuah puisi

 Sampai di dermaga  Tempat sumbernya rindu  Lambaian terakhir dengan dikau Menetaplah di sini sebentar saja Perjalanan baru dimulai Kapal segera berangkat  Berjanjilah jika itu sebentar Sang pemilik waktu telah memanggil Dia harus bergegas  Kabarilah jika sampai  Kabar itu tak pernah sampai  Kau menitip rindu yang mati  Akankah kau mengambil rindu ini?

Mengapa aku menulis?

Sudut kecil tulisan di internet. Tidak serta merta mahir menulis dan bercerita, bagi ku menulis adalah membiarkan pikiran mengalir secara jujur dan bersih. Ketika SD guru ku sering meminta muridnya membaca dan ku pikir itu sangat membosankan, bikin ngantuk apalagi harus menyimpulkan bukti bacaan yang nantinya diceritakan di depan murid lainnya dan kalau tidak mau terpaksa penggaris besar itu yang akan bergerak. Bukan untuk dipukul, itu hanya untuk menakut-nakuti saja.  Setelah masuk SMP dan SMA aku jadi minat banget membaca buku, apalagi novel. Tere Liye, Sapardi, dan Pramoedya (novel Pram berat dicerna). Setelah lulus menengah atas, aku kuliah jurusan sastra Indonesia. Jurusan yang tidak pernah ku sangka karena sebenarnya masih ngincer Psikologi namun bagi ku tidak masalah selagi aku yang ngejalaninnya meskipun masih ada orang yang mengunderate jurusan ini, jujur sedih.  Dari sini berproses memang tidak selalu berjalan mulus, kan. Jadi aku mencoba memperbaiki diri dan berdama...