Mengapa aku menulis?
Sudut kecil tulisan di internet.
Tidak serta merta mahir menulis dan bercerita, bagi ku menulis adalah membiarkan pikiran mengalir secara jujur dan bersih. Ketika SD guru ku sering meminta muridnya membaca dan ku pikir itu sangat membosankan, bikin ngantuk apalagi harus menyimpulkan bukti bacaan yang nantinya diceritakan di depan murid lainnya dan kalau tidak mau terpaksa penggaris besar itu yang akan bergerak. Bukan untuk dipukul, itu hanya untuk menakut-nakuti saja.
Setelah masuk SMP dan SMA aku jadi minat banget membaca buku, apalagi novel. Tere Liye, Sapardi, dan Pramoedya (novel Pram berat dicerna). Setelah lulus menengah atas, aku kuliah jurusan sastra Indonesia. Jurusan yang tidak pernah ku sangka karena sebenarnya masih ngincer Psikologi namun bagi ku tidak masalah selagi aku yang ngejalaninnya meskipun masih ada orang yang mengunderate jurusan ini, jujur sedih.
Dari sini berproses memang tidak selalu berjalan mulus, kan. Jadi aku mencoba memperbaiki diri dan berdamai dengan apa yang sudah didapat. Salah satu cara menjaga pikiran agar tetap "waras" adalah menulis.
Lembaran tulisan diary dan terkadang hal random bikin aku lebih nyaman menulis tanpa perlu menjadi orang lain. Dan selanjutnya di sini, aku ingin membagikan tulisanku agar ia lebih punya tempat berbeda, bukan hanya di buku. Aku bakal membagikan cerita tentang refleksi bacaan, cuplikan menarik tentang sastra, serta cerita pendek yang aku buat sendiri. Sehingga nantinya orang lain dapat menikmati dan juga menilainya.
Oiya, perkenalkan nama ku Sella Kurnia. Panggil saja Sella.
Sampai jumpa ditulisan selanjutnya!
Komentar
Posting Komentar